Selasa, 01 Mei 2007

Motivasi doa yang salah

Bacaan: Yeremia 42:1-6

Perikop ini didasari oleh ayat sebelumnya, yaitu:

Ayat 17-18: "kemudian mereka berjalan terus dan berhenti di tempat penginapan milik Kimham dekat Betlehem, dengan maksud berjalan terus menuju Mesir, untuk mengelakkan orang-orang Kasdim, yang ditakuti mereka, oleh karena Ismael bin Netanya telah memukul mati Gedalya bin Ahikam yang telah diangkat raja Babel atas negeri itu."

Mereka mau pergi dari Yerusalem, tanah perjanjian Allah, karena takut akan raja Babel atas kematian Gedalya.

Tuhan sudah berjanji kepada nenek moyang mereka untuk mendiami tanah perjanjian. Mereka juga dijanjikan akan terus dipelihara asalkan menurut perintah Allah.

Sekali lagi, mereka tidak menuruti Allah, namun sekarang dikarenakan takut.

Mereka sudah jelas mendengarkan nubuatan Yeremia. Mereka akan dipelihara asalkan tetap jadi jajahan Babel dan menetap di Yerusalem.

Namun hati mereka menolak. Mereka memutuskan untuk pergi. Untuk meneguhkan hati mereka, sekali lagi dilakukan tindakan bodoh seperti yang pernah dilakukan Zedekia, raja mereka. Mereka meminta Yeremia agar berdoa bagi jalan yang harus mereka tempuh dan apa yang harus mereka lakukan.

Sudah membuat keputusan, namun minta Yeremia berdoa bagi mereka.

Mereka berdoa hanya untuk meminta Allah merestui apa yang sudah menjadi keputusan mereka.

Itu adalah motivasi doa yang salah.

Doa yang benar adalah: bukanlah kehendakku, namun kehendakMu jadilah.

Tuhan Yesus, berikan hambamu kesempatan untuk berdoa kepadamu: "Janganlah kehendakku, kehendakMu jadilah. Dan jikalau rencana ini bukanlah kehendakmu, biarlah hanya kesulitan saja yang datang. Terimakasih Tuhan, Amen."