Rabu, 02 Mei 2007

Ketakutan yang bodoh

Bacaan: Yeremia 42:7-22

Ayat 11-12: Janganlah takut kepada raja Babel yang kamu takuti itu. Janganlah takut kepadanya, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai kamu untuk menyelamatkan kamu dan untuk melepaskan kamu dari tangannya. Aku akan membuat kamu mendapat belas kasihan, sehingga ia merasa belas kasihan kepadamu dan membiarkan kamu tinggal di tanahmu.

Ketakutan, itu adalah motivasi yang bodoh dari bangsa Yehuda yang tersisa untuk melarikan diri ke Mesir. Wajar saja mereka takut. Kota mereka sudah dihancurkan. Orang-orang kuat sudah ditawan ke Babel. Mereka sudah kalah perang dari Babel. Sangatlah wajar kalau mereka ingin melarikan diri ke Mesir.

Tetapi, yang sangat tidak wajar adalah: mereka mengabaikan kekuatan TUHAN.

Allah berjanji menyertai dan memelihara mereka. Namun jauh didalam hati sisa-sisa dari bangsa Yehuda itu, mereka mau melarikan diri dari Yerusalem. Mereka merasa lebih aman berlindung pada Mesir dibandingkan TUHAN yang mereka sembah.

Apa jawaban TUHAN atas Yehuda yang mau melarikan diri?
1. Pedang akan menimpa mereka di Mesir.
2. Kelaparan tidak akan putus-putusnya mengejar-ngejar mereka.
3. Mereka akhirnya akan mati akibat pedang, kelaparan dan penyakit sampar.
4. Mereka akan menjadi kutuk, kengerian dan aib.
5. Mereka akan mati disana sebagai orang asing.

Mereka terlalu takut kepada Babel yang Allah ijinkan menghancurkan Yerusalem. Bahkan mereka lebih takut kepada Babel dibandingkan Allah.

Allah menjanjikan perlindungan di tanah perjanjian, namun mereka lebih memilih berlindung di tanah asing, Mesir.

Itu adalah ketakutan yang bodoh.

Tuhan Yesus..., seringkali kami juga melakukan kebodohan yang serupa. Tolonglah kami untuk mengandalkan engkau dalam setiap kesulitan yang kami alami. Jangan biarkan kami bersandarkan diri pada uang, harta, jabatan, relasi dan lainnya. Biarlah kiranya kami hanya bersandarkan diri kepada engkau saja, Amen.