Kamis, 03 Mei 2007

Congkak membawa maut

Bacaan: Yeremia 43:1-13

Ayat 2: Maka berkatalah Azarya bin Hosaya dan Yohanan bin Kareah serta semua orang congkak itu kepada Yeremia:"Engkau berkata bohong! TUHAN, Allah kita tidak mengutus engkau untuk bekata: Janganlah pegi ke Mesir untuk tinggal sebagai orang asing disana, tetapi Barukh bin Neria menghasut engkau terhadap kami dengan maksud untuk menyerahkan kami ke dalam tangan orang Kasdim, supaya mereka membunuh kami dan mengangkut kami ke dalam pembuangan ke Babel."

Sekali lagi, ucapan nubuatan Yeremia tidak mereka dengarkan. Karena ucapan nubuatan itu tidak sesuai dengan isi hati mereka.

Seharusnya mereka belajar, bahwa apa yang dinubuatkan Yeremia selalu terbukti. Orang-orang yang menentang ucapan Yeremia tidak satupun yang terbukti. Ini seharusnya membuat sisa-sisa rakyat Yehuda belajar banyak untuk mempercayai ucapan Yeremia yang sungguh-sungguh merupakan perwakilan Allah.

Namun, jelas sekali mereka tidak belajar hal itu.

Ketika Azarya bin Hosaya dan Yonanan bin Kareah serta semua orang congkak berkata bohong mereka percaya saja.

Alkitab jelas menuliskan: Semua orang congkak.

Lucu juga merenungkan perikop ini.

Siapakah orang congkak itu?
1.Orang Yehuda yang kalah perang.
2.Kemungkinan besar adalah para mantan pembesar atau pejabat kerajaan Yehuda. Ini sebabkan suara mereka didengar rakyat.
3.Harta mereka juga habis ludes, dan sekarang dalam kondisi sebagai bangsa yang ketakutan dan pelu perlindungan.
4.Jiwa mereka terancam bahaya dan tidak ada pelindungan.
5.Kesimpulannya: mereka adalah orang-orang yang lemah juga.

Saya bingung kenapa mereka masih bisa congkak.
Bukankah sudah kalah perang?
Bukankah sudah kehilangan segalanya?

Ternyata ada juga sebagian manusia yang tahu ia kehilangan segalanya, namun tetap tidak bisa kehilangan kecongkakannya.

Apa pengaruh dari kecongkakan mereka?
1.Mereka menuduh Yeremia berkata dusta.
2.Mereka membuat seluruh sisa rakyat akhirnya melawan Allah.
3.Mereka juga membawa kedalam maut, tawanan dan pedang.

Apa respon Allah? Mesir tempat pelindungan mereka akan dihancurkan oleh Nebukadnezar.

Allah memakai Nebukadnezar dalam hal ini sebagai hambaNya untuk menggenapkan nubuatan Allah atas sisa rakyat Yehuda dan nasib bangsa Mesir. Sehingga ucapan Allah mengenai sisa rakyat Yehuda yang pergi mengungsi ke Mesir akan terbukti:
Yang ke maut, ke mautlah!
Yang ke tawanan, ke tawananlah!
Yang ke pedang, ke pedanglah!

Bahkan tempat-tempat penyembahan berhala Mesir yang merupakan sumber kekuatan mereka akan dihancurkan seperti membersihkan pakaian dari kutu-kutu.

Tuhan tolonglah kami. Kami rindu untuk terus bersikap rendah hati dihadapanMu. Hilangkanlah kecongkakan kami dan biarkan kami bersujut dibawah kaki salibMu, Amen.